Lantunan sholawat secara bergantian terdengar diatas langit, semuanya ikut bahagia atas kelahiran muhammad Saw. Sebuah pertanda rasa cinta atas nabinya. Begitulah kira-kira kondisi didesasku saat ini. Muhammad yang mulia dengan segala suri tauladannya, kini ia lahir kembali sebagai Uswatun Hasanah ditengah-tengah umat.
Meneladani sosok nabi Muhammad Saw pada bulan maulid tidak cukup hanya dengan lantunan sholawat yang menggemma, tapi juga perlu refleksi utuh dalam kehidupan, sikap ataupun perilaku sebagaimana baginda nabi mencontohkannnya.
Memperingati Maulid nabi ( kelahiran Nabi Muhammad) merupakan salah satu perayaan spritualitas yang sabagian umat islam merayakannnya. Dengan mengangungkan lewat sholawat, harapan kelak kita mendapat syafaatnya.
Merayakan maulid nabi kita akan hadapakan dengan banyaknya tipologi didalam mengemas sebuah kegiatan didalamnya. Dari penerimaan sampai hidangan yang disajikan. Namun pada umumnya maulid nabi tidak pernah lepas dari buah-buahan. Kali ini buah-buahan seakan menjadi hal yang fardu dalam perayaan maulid nabi. Sekaligus ciri khas dari maulid, tak terkecuali lantunan sholawat.
Dari buah kita bisa belajar sebuah kenikmatan dan rasa syukur yang sudah disuguhkan oleh sohibul hajat . Saya sampaikan begitu, karena jika hidangan yang diberikan tidak dimakan berarti tidak menerima sebuah nikmat dan rasa syukur dari tuhan. Kecuali diantara kita memang mempunyai perbedaan dalam menikmati dari buah-buahan tersebut.
Sehingga dari sini kita bisa mengambil sebuah pelajaran bagaimana nantinya dapat menghargai orang lian atau tetangga salah satunya hanya dengan menikmati sebuah hidangan yang telah diberikan. Nabi memerintahkan untuk saling menghargai dan menghormati. Menghargai tidak hanya cukup sebatas ucapan, begitupun dengan menghormati
Tentunya bisa memulainya dengan praktek kepada hal-hal sepele dan kecil. Seperti memakan buah sajian tadi. Saya sampaikan seperti ini karena masih banyak yang enggan mamakan dan menikmati buah-buahan yang barangkali kita sampai membiarkannya membusuk.
Jangan sampai kita memilah-milih buah untuk kita nikmati yang telah orang berikan. Karena bisa jadi dalam ruang lingkup yang lebih besar kita bisa juga memilah-milih untuk menghargai dan menghormati orang lain didalam kehidupan kita.
Pamekasan, 12 Novemper 2012

Komentar
Posting Komentar